Saturday, 14 January 2012

lagu dan tari

"Semalam kulihat sebuah tari
dada montok berlenggok, gila mencari
nafsu jalang dan mata penuh berani,
dengan muzik nada liar memuncak tinggi.

Mata penonton berkisar melebar,
paha putih dalam nafsu menjalar.

Segala terbuka dan segala mendamba,
dan berahi mematuk-matuk pada diri, meminta.

Itulah lagu dengan tari pada malam panjang,
senantiasa berulang pada zaman gila perang;
sedang esok segala hati dan tulisan memuji,
inilah 'seni', hasil gemilang 'seniman' sejati!"

Usman Awang, 1954

Monday, 9 January 2012

Puisi Pertemuan Mahasiswa

Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan
lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan

kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : kami punya maksud baik
dan kita bertanya : maksud baik saudara untuk siapa ?

ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :
maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?

kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah–tanah di gunung telah dimiliki orang–orang kota
perkebunan yang luas hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat–alat kemajuan yang diimport
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya

tentu saja, kita bertanya :
lantas maksud baik saudara untuk siapa ?
kita mahasiswa tidak buta!
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertakhta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu–ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?

sebentar lagi matahari akan tenggelam dan malam tiba
cicak–cicak bernyanyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan-pertanyaan kita tidak akan mereda
akan muncul di dalam mimpi
akan tumbuh di kebun belakang

dan esok hari
matahari akan terbit kembali
senantiasa hari baru menjelma
pertanyaan–pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke kali
menjadi ombak di samodra

di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !

RENDRA
(jakarta, 1 desember 1977)
 lebih penghayatan